Kamis, 31 Desember 2015

CARA MEMPERCEPAT KINERJA WINDOWS 7

  


Dalam panduan ini akan dijelaskan penyebab komputer lambat, bagaimana caranya untuk menyimpan data dan mengurangi fragmentasi hardisk, bagaimana menghapus program secara tuntas sehingga terhindar dari penumpukan registri sampah, aplikasi apa saja yang seharusnya digunakan untuk memelihara sistem komputer agar tetap prima, bagaimana melindungi komputer dari serangan malware dan membersihan malware yang telah menginfeksi sistem dan bagaimana membersihkan hardware komputer agar terhindar dari kerusakan.

1. Beberapa Penyebab Komputer Lambat

Penyebab utama yang membuat komputer lambat adalah Software atau aplikasi yang terinstal. Hal ini dapat mempengaruhi integritas dan kinerja sistem operasi dalam berbagai cara. Dibawah ini adalah beberapa penyebab utama komputer menjadi lambat :

1.1 Fragmentasi  Hard disk

Pada hard disk yang sempurna, setiap file yang ditulis dalam satu potongan yang bersebelahan dengan tidak ada ruang kosong di depan atau di belakangnya. Dalam prakteknya, bagaimanapun, file tidak statis. Selalu ada penambahan file baru, bertambah atau berkurangnya ukuran file yang ada, atau bahkan ada file yang dihapus yang menyebabkan adanya ruang kosong diantara susunan file-file yang ada.

Fragmentasi adalah apa yang terjadi ketika file ditulis ke potongan-potongan kecil di ruang kosong di seluruh hard disk. Sistem file NTFS telah membantu mengatasi masalah ini yaitu dengan mengutamakan menyimpan data secara bersebelahan selama ruang yang cukup masih tersedia.

Tetapi walau bagaimanapun fragmentasi hardisk akan bertambah banyak seiring dengan aktifitas kita menambah, mengedit dan menghapus file-file pada hardisk tersebut. Informasi lain mengenai fragmentasi hardisk ini dapat dilihat pada postingan sebelumnya "mengenal fragmentasi dan defragmentasi pada hardisk".


1.2 Aplikasi yang berjalan dan kapasitas RAM

Penyebab kedua yang menyebabkan komputer lambat adalah banyaknya aplikasi yang berjalan dan kecilnya kapasitas memory atau RAM yang terpasang. RAM atau Random Access Memory adalah bentuk penyimpanan data sementara untuk sistem operasi dan program yang berjalan.

Masalahnya adalah ketika jumlah RAM terbatas dan ketika lebih banyak ruang diperlukan maka Virtual Memory Manager (VMM) akan memindahkan sebagian data ke swap file pada hardisk. Proses swapping dari memori ke hard disk ini tentu saja dapat memperlambat sistem karena hard drive lebih lambat dibandingkan dengan media penyimpanan memory atau RAM tersebut.

Kesalahan lainnya adalah semakin banyak software aplikasi yang diinstal yang biasanya setiap software akan menambahkan sendiri ke Windows Auto Start dan tentu saja hal ini akan semakin membebani kinerja memory dan akhirnya bisa memperlambat sistem komputer kita..

1.3 Space yang tersisa pada Hardisk

Masalah ini berhubungan langsung dengan yang disebutkan sebelumnya yaitu VMM. Windows membutuhkan ruang untuk menyimpan data sementara pada hard drive. Ketika ruang yang tersisa pada sistem drive sangat minim, maka perangkat lunak dan seluruh sistem operasi menjadi tidak responsif atau komputer menjadi hang.

1.4 Malware

Malware adalah singkatan dari malicious software atau perangkat lunak berbahaya. Ini adalah bagian dari perangkat lunak yang biasa dikenal sebagai virus, adware, atau worm yang menginfeksi komputer dan memakan sumber daya sistem sehingga mengganggu dan dapat menurunkan kinerja sistem secara keseluruhan.

Informasi mengenai malware ini bisa dilihat pada postingan sebelumnya tentang "pengertian dan jenis-jenis malware".

1.5 Registry Windows

Hampir setiap komponen dari sistem operasi menyimpan pengaturan dan konfigurasi informasi dalam Registry Windows . Ini termasuk driver hardware, profil pengguna, dan aplikasi atau program dari pihak ketiga, Registry Windows adalah database hirarki yang kompleks dan terus dirujuk untuk informasi tentang komputer.

Masalah dengan database adalah bahwa entri menjadi usang. Software yang dihapus, misalnya, dapat meninggalkan kunci registri yang tidak lagi memiliki fungsi apapun. Di sisi lain, proses instalasi program yang salah atau komputer yang crash dapat menyebabkan konflik atau rusaknya file registry penting. Masalah dengan registri ini akan menyebabkan komputer menjadi lambat karena kesulitan dalam menemukan informasi yang sedang dicari.

1.6 Masalah Hardware

Masalah hardware bisa bermacam-macam. Sebuah bagian dari perangkat keras dapat rusak atau mungkin ada konflik driver yang menyebabkan komputer melambat. Isu-isu ini tidak bisa ditebak dan sering kali kita sulit untuk memecahkan masalah.

1.7 Overheating

Dalam sebuah CPU komputer terdapat kipas (fan) yang berfungsi untuk mengalirkan udara untuk menjaga komponen hardware seperti CPU (Central Processing Unit), power supply, dan kartu grafis dari overheating (kepanasan). Kinerja komputer dapat menurun secara drastis jika Prosesor terlalu panas. Penyebab overheating ini biasanya karena fan Processor yang mati atau kotor.

1.8 Kartu Grafis

Sebuah kartu grafis dengan 'shared memory' biasanya memory yang onboard tidak mempunyai memori sendiri, tetapi berbagi dengan memori RAM . Jadi setiap kali komputer menjalankan suatu aplikasi yang membutuhkan visual yang bagus seperti game dan aplikasi multimedia maka share memori akan penuh sehingga apabila kapasitas RAM kecil maka akan membuat sistem lambat atau bahkan crash . Untuk menghindari hal tersebut maka disarankan untuk memakai kartu grafis yang mempunyai memori sendiri.

2. Bagaimana Caranya Mempertahankan Performa Komputer dalam Kondisi Terbaik

Hal pertama yang harus kita ketahui adalah bahwa seiring dengan berjalannya waktu, windows yang kita gunakan akan semakin melambat. Hal ini terjadi karena adanya aktifitas kita seperti browsing, update driver, menulis dan menghapus data, menginstal dan uninstal software dan lain sebaginya yang menyebabkan terjadinya fragmentai hardisk, bertambahnya file temporary yang tidak diperlukan lagi, dan sebaginya yang semuanya itu akan berpengaruh pada melambatnya performa komputer.

Namun, dengan melakukan perawatan yang tepat maka kita bisa mempertahankan agar performa komputer tetap dalam kondisi terbaik. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukan itu.

2.1 Membuat Partisi Khusus untuk System dan Data 

File sistem dan data pribadi harus disimpan pada partisi terpisah dan lebih baik lagi disimpan pada hardisk yang berbeda. Ini akan menguntungkan Anda karena dua alasan yang sangat praktis. Pertama-tama, drive sistem Anda tidak akan cepat mengalami fragmentasi. Kedua, data pribadi Anda akan aman dalam kasus sistem operasi gagal booting atau perlu diinstal ulang.

Membagi hardisk menjadi 2 partisi atau lebih ini sebaiknya dilakukan pertama kali saat kita menginstal windows. Tetapi kita juga bisa membagi atau mengatur ulang besarnya partisi ini saat windows telah terinstal. Yang harus diperhatikan adalah selalu lakukan backup data terlebih dahulu sebelum melakukan pengaturan partisi hardisk.

Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mem-partisi hardisk. Ingatlah untuk memberikan ruang yang cukup pada partisi sistem, karena hal ini membantu sistem operasi untuk bekerja dengan lancar.

Untuk Windows 7 setidaknya alokasikan space hardisk untuk partisi sistem sebesar 20 GB atau lebih apabila kita berencana untuk menginstal banyak software. Pastikan partisi ini memiliki minimal 5 GB free space setiap saat. Jika kurang maka kita harus meng-uninstal program, menghapus file atau mengatur ulang besarnya partisi dengan tool bawaan Windows yaitu Disk Management Tool.

Untuk mengelola partisi hardisk pada Windows 7 caranya adalah sebagai berikut:

Klik > Start Menu, kemudian ketik : partition pada kotak  > Search Programs and files

Akan muncul jendela > Disk Managemet, disini kita bisa melihat ukuran dan berapa banyak free space yang tersisa.

Untuk menambah kapasitas partisi sistem, maka kita terlebih dahulu harus mengecilkan partisi yang lain. Sebaliknya juga apabila kita ingin menambah partisi yang lain maka partisi sistem yang harus dikecilkan terlebih dahulu.


Klik kanan partisi yang ingin dikecilkan, kemudian klik > Shrink Volume, tunggu sebentar sampai tool ini melakukan perhitungan besarnya space yang memungkinkan untuk dikecilkan selanjutnya kita tentukan nilainya dalam satuan MB. Setelah itu klik > Shrink to start the process.


Setelah berhasil maka akan muncul > Unallocated pada jendela Disk Management tersebut. Selanjutnya kita bisa menggunakan space tersebut untuk ditambahkan ke partisi yang ada atau membuat partisi baru.

Untuk menambahkan space tersebut ke partisi yang lain, tinggal klik kanan pada partisi yang akan ditambahkan, pilih > Extend Volume... 

Sedangkan apablila akan membuat partisi baru dari unallocated space yang tadi, maka klik kanan dan pilih > New Simple Volume ... dan ikuti langkah-langkah selanjutnya, yaitu menentukan besarnya space yang akan dialokasikan ke partisi baru, menentukan drive letter, dan file system yang akan digunakan. Tips : Gunakanlah file system NTFS saat akan memformat partisi. 



2.2 Memindahkan Semua Data Pribadi ke Partisi Data

Sekarang kita sudah memiliki dua partisi hard disk dan ruang yang cukup pada drive sistem, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa data pribadi seperti folder My Documents dan user profiles yang terdapat pada partisi system (drive C:) ikut dipindah ke partisi yang lain. 

Berikut cara untuk memindahkan personal files kita secara manual ke partisi atau drive yang baru :

Klik Start Menu > Klik pada nama user (misal Admin) dan pilih > Open
Klik kanan folder yang akan dipindah, misalnya folder My Documents, klik . Properties, pilih tab > Location , pilih > Move.. pastikan nama foldernya sama dengan nama folder sebelumnya misalnya G:\My Documents

Sekarang apabila Anda menyimpan file ke folder My Document yang ada di start menu atau melakukan send to My Documents, maka otomatis akan tersimpan ke folder G:\My Documents tadi.




2.3 Lakukan Disk Cleanup

Utilitas Disk Cleanup akan mencari file-file temporary, file yang terdapat di Recycle Bin, file kesalahan sistem, dan banyak lagi. Untuk menjalankan Disk Clenup klik > Start dan ketik> Disk Cleanup di kolom > Search programs and files. Pilih drive yang ingin dibersihkan dan klik> OK.

Windows akan menghitung berapa banyak space hardisk yang bisa dibersihkan. Pilih file yang ingin Anda hapus, klik> OK.


Apabila kita menginginkan proses disk cleanup ini berjalan secara otomatis, maka ita harus memasukkannya ke Task Scheduller. Seperti biasa caranya adalah klik > Start dan ketik> Task Scheduler ke dalam kolom pencarian. Dari menu pilih> Create Basic Task ...

Masukkan nama untuk tugas, klik> Next untuk menentukan frekuensi tugas, saya sarankan mingguan, klik> Next lagi untuk memilih hari dan waktu, klik> Next untuk memilih tindakan, dalam hal ini> Mulai program, klik > Next dan> Browse ... untuk> Cleanmgr.exe dari> C: \ WINDOWS \ system32 \ folder, kemudian klik> Open untuk memilih utilitas. Sekarang Anda dapat mengubah drive di mana drive akan dieksekusi. Masukkan> / d diikuti oleh huruf drive masing-masing dan titik dua, misalnya> / d D: ke> Add argumen. Setelah selesai, klik> Berikutnya, melihat ringkasan dan klik> Finish untuk menyimpan tugas.


2.4 Lakukan Defrag Hardisk secara berkala

Anda harus secara teratur melakukan defragment hardisk Anda. Seberapa sering tergantung pada seberapa cepat disk Anda menjadi sangat terfragmentasi, yang tergantung pada seberapa sering Anda menambahkan dan menghapus program atau mengubah file pribadi. Semakin terfragmentasi hard drive Anda, semakin lama juga waktu untuk melakukan defragmentasi maka adalah ide yang baik untuk menjalankan defrag 20% fragmentasi.

Untuk melakukan defrag hardisk bisa menggunakan tool bawaan Windows, caranya klik > Start> All Programs> Accessories> System Tools> Disk Defragmenter atau cukup ketik> defragment ke dalam kolom pencarian di Windows 7.

Defragmentasi ini dilakukan untuk setiap partisi atau hard drive secara terpisah. Terlebih dahulu Anda harus menganalisis disk masing-masing untuk melihat jumlah hardisk yang terfragmentasi. Jika perlu, Anda dapat mulai melakukan defragmentasi.



Secara default pada Windows 7, proses defragmentasi telah dijadwalkan untuk semua disk. Untuk mengubah jadwal Namun, hanya dapat berjalan ketika komputer sebenarnya dihidupkan, dan selama waktu yang dijadwalkan. Untuk mengubah jadwal kapan proses defragmentasi akan dilakukan, klik tombol > Configure schedule...



2.5 Bersihkan Windows Startup

Saat kita menginstal program maka biasanya program tersebut akan menambahkan diri ke menu startup Windows, saat. Meskipun saat aplikasi ini berjalan kita tidak menyadarinya, namun mungkin saja aplikasi tersebut memakan banyak RAM. Oleh karena itu startup dan menu boot Windows adalah latihan penting dalam menjaga kinerja komputer.

Tempat pertama yang harus Anda membersihkan adalah folder Startup. Klik > Start> All Programs, dan pilih> folder Startup. Hapus semua entri untuk program yang tidak kita inginkan.


Karena tidak semua program yang melakukan booting dengan Windows tercantum dalam folder di atas, maka kita harus menggunakan utility msconfig untuk melakukan pengaturan lanjutan. caranya klik Start> ketik > msconfig ke> pada kolom kolom pencarian .

Setelah jendela System Configuration terbuka, klik tab > tab Startup. Periksa entri hati-hati dan hapus tanda centang pada program yang tidak diinginkan untuk di-load secara otomatis pada saat windows booting. Setelah selesai klik OK dan restart komputer Anda.


2.6 Meningkatkan Virtual Memory

Seperti dijelaskan di atas, Virtual Memory digunakan apabila pemakainan RAM sudah overload. Memori yang digunakan untuk membuka program yang tidak sering digunakan akan dilimpahkan ke hardisk. Jika Anda tidak dapat meng-upgrade RAM Anda, maka peningkatan performa sistem bisa didapat dengan cara meningkatkan jumlah Virtual Memori ini, yang kita lakukan untuk meningkatkan virtual memori ini adalah dengan meningkatkan ukuran Paging File, yang mendefinisikan jumlah Virtual Memory yang dapat digunakan apabila penggunaan RAM fisik sudah habis.

Tetapi seperti telah dijelaskan sebelumnya, adalah bahwa hardisk ini lebih lambat bila dibandingkan media yang lain seperti USB Flashdisk. Oleh karena itu daripada membuat virtual pada hardisk, maka lebih baik menggunakan flashdisk. Untuk pemakaian jangka panjang tetap saja membeli RAM lebih baik daripada menggunakan cara ini, tetapi apabila untuk pemakaian jangka pendek maka tidak ada salahnya trik ini kita dicoba

Pada Windows 7 fitur ini disebut ReadyBoost dan Anda dapat langsung mengaksesnya dengan cara klik kanan pada USB Flashdisk Anda, kemudian klik kanan dan pilih > Properties.


Beralih ke tab> ReadyBoost dan pilih opsi > Dedicate this device to ready boost. Klik> Apply untuk menyimpan perubahan dan tunggu ReadyBoost mengkonfigurasi cache.


Anda kemudian akan melihat blocked out space dibawah > Computer.


Windows 7 dapat menangani hingga delapan flash drive dan total 256 GB Virtual Memory. Namun, tidak semua flash drive memenuhi karakteristik kinerja yang diperlukan untuk bekerja dengan ReadyBoost. Jika hal ini terjadi, Anda akan diperingatkan.

2.7 upgrade RAM Anda

Ketika Anda telah kehabisan semua langkah optimasi secara software, maka Anda harus mempertimbangkan untuk upgrade hardware Anda. Untuk komputer desktop dan laptop meng-upgrade RAM adalah cara yang murah dan mudah untuk meningkatkan kinerja sistem.

Sebelum Anda pergi untuk membeli RAM baru, namun, pastikan untuk mengetahui apa yang Anda butuhkan. Ada berbagai jenis modul RAM, tidak semua akan masuk ke komputer Anda, dan modul dari produsen yang berbeda atau dengan kinerja yang berbeda tidak boleh dicampur. Selain itu, slot memori di komputer Anda terbatas, dan begitu juga jumlah maksimum RAM yang didukung oleh sistem operasi. Oleh karena itu, sebelum membeli sesuatu sebaiknya kita mencari tahu apa yang dibutuhkan.

Gunakan software crucial system scanner untuk mengetahui jenis RAM yang diinstal pada komputer Anda.

2.8 Lindungi Sistem Anda dari Malware

Windows dilengkapi dengan beberapa tools standard yang akan melindungi komputer dari serangan malware. Untuk informasi lebih lanjut  bisa dilihat pada postingan sebelumnya tentang Pengertian Malware dan 10 Cara Menghindari Malware.

2.9 Uninstall Program dengan Tepat

Untuk meng-uninstall program, kita bisa menggunakan tool bawaan windows, caranya : klik > Start, ketik> Programs and Features. Pilih program yang akan di uninstal, kemudian klik> Uninstall atau> Uninstall / Change. Ikuti proses selanjutnya.


Ada kalanya dengan tool tersebut tidak bisa untuk menghapus software secara menyeluruh, untuk itu kita bisa menggunakan aplikasi tambahan seperti misalnya dengan menggunakan software Revo uninstaller.

2.10 Menggunakan Software Pihak Ketiga 

Selain menggunakan cara manual dengan tools bawaan windows, kita juga bisa menggunakan software pihak ketiga yang di desain untuk pemeliharaan dan pengoptimalan sistem komputer  diantaranya adalah :

Glary Utilities
- Menghapus data sampah dari hard drive dan memulihkan manajer ruang disk -uninstall
- Mengelola startup Windows
- Mengoptimalkan memori bebas
- Defragmentasi registry
- File shredder
- Undeleter berkas
- File duplikat dan kosong folder finder

CCleaner
- File sementara bersih, sejarah, cookie dari browser yang berbeda
- Kosong Recycle Bin Windows
- Windows file yang jelas sementara
- Menghapus file-file sementara dari banyak aplikasi pihak ketiga
- Program uninstaller
- Mengelola System Restore Points


2.11 Perawatan Hardware 

Seperti disebutkan di atas, overheating dapat menimbulkan dampak negatif pada kinerja komputer Anda. Dengan demikian Anda harus secara teratur membersihkan hardware Anda dari debu dan pastikan semua kipas (fan) bekerja secara menyeluruh.

Sebelum Anda mulai, pastikan Anda memahami aturan keselamatan berikut:

Ground-kan listrik statis Anda :
Sebuah Electro Static Discharge (ESD) atau dapat diartikan Pembuangan Listrik Statis dari tubuh kita saat menyentuh peralatan elektronik yang bisa merusak perangkat elektronik tersebut . Oleh karena itu Anda harus melepaskan listrik statis tersebut sebelum Anda bekerja pada interior komputer Anda.

Anda dapat menggunakan gelang anti-statis atau secara manual meng-groundkan tubuh Anda sendiri dengan menyentuhkan tubuh ke logam atau yang paling mudah yaitu bagian logam casing komputer Anda. Sentuhlah sesekali casing komputer untuk menetralkan listrik statis.

Matikan Komputer:
Anda harus mematikan komputer Anda sebelum Anda membuka casing kompter. Shutdown Windows terlebih dahulu dan matikan saklar ON-OFF pada power supply atau cabut kabel Power yang terhubung ke sumber listrik. Jika Anda akan bekerja pada laptop, keluarkan baterai terlebih dahulu.

2.12 Membersihkan Kipas Angin (Fan) dan Pendingin (Heat Sink)

Kipas yang paling penting adalah yang berfungsi untuk mendinginkan Processor. Kipas lainnya adalah seperti yang terdapat pada kartu grafis dan casing komputer. Semua kipas tersebut sangat penting untuk kelancaran sirkulasi udara sehingga komponen hardware tidak mengalami overheating.

Untuk membersihkan kipas ini bisa dilakukan dengan menggunakan vacuum cleaner dan koas pembersih.

2.13 Bersihkan Power Supply

Selanjutnya komponen yang harus dibersihkan adalah Power Supply, dalam power supply ini terdapat kipas internal yang biasanya mejadi tempat berkumpulnya debu. Sama seperti langkah diatas untuk membersihkannya gunakanlah vacuum cleaner.

2.14 Meningkatkan Pendinginan CPU

Untuk meningkatkan pendinginan pada Processor setidaknya ada 2 hal yang bisa kita lakukan yaitu dengan memasang kipas yang lebih baik performanya dan dengan memakai paste pendingin (grease) yang lebih baik kwalitasnya. Grease ini sangat penting karena menjadi penghubung langsung antar heatsink dan processor.

Tips: Gunakan grease secara merata dan tipis aja, tidak usah terlalu tebal..


3. Troubleshooting dan memperbaiki sistem yang tidak merespons

Sebenarnya adalah wajar apabila kita melakukan re-instal windows setiap setahun sekali atau bahkan lebih, hal ini tergantung dari banyaknya software yang sering kita instal atau uninstall. Langkah re-instal windows ini lebih efektif daripada melakukan tuning windows satu persatu yang biasanya memakan waktu berjam-jam. Sebelum di re-install jangan lupa untuk membackup file data terlebih dahulu.

Namun apabila Anda menginginkan untuk melakukan troubleshooting dan memperbaiki performa windows, maka ikutilah panduan dibawah ini:

3.1 Lakukan Perawatan Software secara Umum

Lakukan perawatan umum seperti yang telah dijelaskan diatas, Uninstal Software yang tidak diperlukan, lakukan Disk Clenup, daan defrag hardisk Anda. Bersihkan dari malware dan lakukan update driver dan update windows.

3.2 Lakukan Perawatan Hardware secara Umum

Untuk melakukan perawatan hardware ini bisa dilakukan dengan seperti yang telah diuraikan diatas, yaitu dengan terlebih dahulu membuang listrik statis tubuh kita, kemudian matikan komputer secara total, buka casing CPU dan bersihkan komponen hardware dari debu dan kotoran lainnya. Pastikan semua kipas berfungsi dengan benar.

Setelah dibersihkan cobalah untuk mencabut dan pasang kembali kabel-kabel power dan kabel data yang terpasang, pastikan sudah pas sesuai dudukannya. Cabut pasang juga komponen seperti RAM dan card grafik.

Jika Anda menduga masalahnya terdapat pada hardware, maka cobalah ganti hardware tersebut dengan yang hardware yang sudah dipastikan masih berfungsi.

3.3 Login ke Windows Safe Mode

Windows Safe Mode adalah pilihan boot yang hanya memuat sistem operasi dengan file dasar dan driver yang diperlukan saja. Hal ini umumnya digunakan untuk memecahkan masalah di Windows, karena banyak komponen, seperti driver grafis atau perangkat lunak yang secara otomatis berjalan saat windows startup, Dalam safe mode ini driver dan software tersebut tidak dimuat.


Untuk memulai Safe Mode Anda perlu reboot komputer Anda. tekan > tombol F8 pada saat Windows mulai boot. Akan terlihat menu > Advanced Boot Options. Gunakan tombol panah pada keyboard untuk memilih> Safe Mode dan tekan> Enter.

Jika komputer Anda tidak terasa lambat saat berada pada mode Safe Mode, maka kita dapat mengasumsikan bahwa perangkat keras dalam keadaan normal. Sumber masalah kemungkinan besar ada pada software seperti terlalu banyaknya aplikasi yang masuk ke startup windows, driver yang harus diupdate, adanya malware dan sebaginya. Untuk itu lakukan troubleshooting selanjutnya di bawah ini.

3.4 Hapus Software dari Startup

Langkahnya seperti yang telah disebutkan pada bagian 2.5 Bersihkan Windows Startup diatas.

3.5 Scan dan Bersihkan Malware

Apabila Antivirus masih bisa berjalan, maka lakukan update terlebih dahulu, lalu lakukan scaning secara menyeluruh. Meng-upgrade program antivirus (definisi virus) dan menjalankan scan menyeluruh. Untuk membersihkan malware dapat dilihat pada postingan saya sebelumnya tentang cara membersihkan virus secara total.


3.6 Update Driver Hardware

Driver hardware dapat menyebabkan konflik yang menyebabkan sistem lambat atau sering crash. Jika masalah terjadi setelah Anda menginstal perangkat keras baru, maka cobalah untuk meng-update driver tersebut. Disable driver yang bermasalah tersebut dan lakukan uninstal dan instal ulang driver. Untuk mengupdate driver secara otomatis bisa menggunakan aplikasi seperti yang pernah saya tulis pada artikel Cara Update Driver Hardware Komputer.

Untuk mengupdate driver secara manual bisa dilakukan dari jendela Device Manager, caranya Klik > Start, ketik> Device Manager ke dalam kolom pencarian, dan pilih Device Manager. 

Pilih hardware yang akan di-update, kemudian pilih > Update Driver Software... Dari menu ini pula kita bisa melakukan Disbale, dan Uninstal driver dari komponen tersebut.


3.7 Bersihkan Registry

Langkah untuk membersihkan registry ini sebaiknya tidak dilakukan, apabila kita tidak terlalu mengertiapa yang kita lakukan, karena faktor resikonya yang bisa mengakibatkan sistem menjadi lebih parah dari sebelumnya atau bahkan sistem harus diinstal ulang.

Demikianlah Panduan Cara Mempercepat Kinerja Windows 7.Semoga bermanfaat bagi sobat sekalian.

Selasa, 29 Desember 2015

Cara Memperbaiki Flashdisk Rusak dan Tidak Terbaca

Apakah anda pernah mengalami kerusakan USB flashdisk atau mungkin flashdisk anda tidak terbaca ketika dihubungkan ke komputer? Ini bisa jadi akibat virus. Virus tersebut bermacam-macam. Ada jenis virus yang dapat menyembunyikan fle atau menduplikasi file sehingga terdapat banyak folder dan file atau yang lebih parah adalah menghapus data-data yang ada dalam flashdisk. Selain karena virus penyebab lain adalah karena memang USB flashdisik sudah ‘corrupt’ atau rusak. Tetapi anda harus jeli atau dapat mengenali terlebih dahulu apakah penyebabnya karena virus atau memang flashdisk yang sudah corrupt?

Sedikit tips, ketika anda membeli USB flashdisk sebaiknya anda harus teliti dan tidak membeli sembarangan flashdisk. Saat ini di pasaran ada banyak sekali flashdisk-flashdisk KW atau abal-abal yang menurut kualitasnya pun tentu saja kurang bagus dan cenderung lebih cepat mengamali kerusakan daripada yang kualitasnya bagus.
cara-memperbaiki-flashdisk-rusak-dan-tidak-terbaca
Ketika flashdisk anda bermasalah cobalah tips atau cara memperbaiki flashdisk rusak dan tidak terbaca di bawah ini :
Pertama-tama, silahkan dicek terlebih dahulu apakah memang flashdisknya yang bermasalah atau dari komputernya. Untuk beberapa kasus, OS yang mengalami kerusakan kadang tidak bisa mendeteksi USB flashdisk. Caranya yaitu dengan memindahkan terlebih dahulu USB flashdisk ke komputer lain apabila masih tidak terbaca berarti flashdisk nya yang mengalami eror. Namun apabila di komputer lain terbaca tetapi di komputer anda tidak solusinya yaitu dengan menginstall ulang komputer dengan OS Windows yang baru.
Namun apabila flashdisk anda memang bermasalah anda bisa mencoba tips selanjutnya berikut ini :
  1. Pertama-tama, masukkan USB flashdisk ke USB port yang ada di komputer atau laptop.
  2. Kemudian klik start > run lalu ketik : compmgmt.msc
  3. Kemudian disana akan muncul program compmgmt, nah sekarang klik program tersebut.
  4. Setelah itu anda pilih storage yang ada di tengah kemudian pilih disk management.
  5. Kemudian biasanya flashdisk anda bakal terdeteksi, lalu klik kanan dan pilih create partition.
  6. Silahkan anda format flashdisknya dengan cara mengKlik kanan kemudian pilih format.
Cara alternatif lain :
Dengan cara menggunakan tools HDD low level format yang dapat anda unduh pada link download dibawah. Speed lokal jadi irit bandwith internasional. Apabila USB flashdisk anda tidak terbaca tetapi isinya hilang sementara space memori berkurang itu bisa jadi disembunyikan oleh virus. Semoga dapat membantu. Berikut link download tools HDD low level format.
DOWNLOAD = Low Level Format

Senin, 28 Desember 2015

Cara memperbaiki vga card yang rusak atau mati

Ilustrasi
Terkadang kita merasa kesal terhadap sebuah hardware komputer, terutama apabila ketika kita menggunakannya tiba-tiba saja hardware itu bermasalah alias mati atau bekerja kurang normal. sebenarnya hal tersebut tidak masalah apabila kita memiliki cukup uang, sehingga kita bisa membeli perangkat keras yang baru untuk menggantikan yang rusak. namun apa salahnya apabila kita bisa memperbaikinya sendiri, selain lebih hemat. tentu saja menambaha ilmu pengetahuan kita :D.

kali ini saya akan memberikan sebuah tips yang mungkin akan anda butuhkan pasa suatu saat nanti (memeperbaiki hardware komputer). dalam hal ini bahasan saya adalah mengenai kerusakan
VGA card.

Sebelum membahas trik memperbaikinya ada baiknya kita mengetahui dulu apa penyebab dari kerusakan VGA card tersebut. ada beberapa hal yang dapat menyebabkan rusaknya sebuah kartu grafis (VGA CARD) yaitu antara lain adalah:

Faktor umur (usia pakai).
tentu saja kita sudah paham soal yang satu ini, ketika sebuah VGA card sudah memiliki masa usia pakai yang lama (3 - 6 tahun), tentu saja perangkat tersebut mengalami penurunan kinerja dikarenakan faktor pemakaian. dan harus kita fahami bahwa setiap komponen elektronika memiliki umur pakai (terbatas usia pakainya).

Faktor kelalaian penggunaan
penyebab kerusakan VGA card terkadang terjadi akibat kesalahan dari pengguna komputer, contohnya, kesalahan pemasangan/ tidak pas ketika memasangnya pada mainboard. komponen elektronik pada VGA ada yang terlepas, VGA terjatuh atau bahkan terkena cairan.
Dan terkadang penggunaan PSU yang dibawah standar dapat juga menimbulkan masalah pada VGA card.

Panas yang berlebih (overheat)
seiring dengan berjalannya waktu, komponen pada VGA card dapat mengalami penurunan kinerja dan biasanya VGA card juga menghasilkan panas yang berlebih, hal ini dapat juga mempengaruhi umur dari sebuah VGA CARD. anda mungkin tahu bahwa setiap komponen elektronika memiliki suhu kerja masing-masing, dan ketika komponen tersebut bekerja pada suhu di atas suhu kerja normal. maka hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja dari komponen tersebut. hal tersebut dapat kita rasakan pada performa VGA Card yang mengalami penurunan kinerja ketika overheat. biasanya ciri-cirinya adalah tampilan gambar yang semula normal menjadi patah-patah, terkadang kesalahn penampilan warna, atau bahkan freeze. 

nah setelah barulah kita mulai berbicara mengenai trik memperbaiki VGA Card yang rusak atau bahkan mati total.

Proses perbaikannya sebenarnya sangatlah simple, pada dasanya kita hanya memanaskan ulang komponen yang berada pada sebuah VGA Card. ada dua metode yang dapat kita tempuh, yaitu dengan menggunakan HOT AIR GUN atau menggunakan OVEN. ya sebuah OVEN atau bahkan sebuah panci aluminium yang biasa digunakan untuk memasak air.

PERAHATIAN!! SAYA TIDAK DAPAT MENJANJIKAN 100% TRIK INI DAPAT BERHASIL, LAKUKAN DENGAN HATI-HATI 

Pemanasan VGA Card dengan hot air gun
yang pertama yaitu dengan menggunakan hot air gun, adalah merupakan sebuah alat yang biasanya digunakan dalam kegiatan servis perangkat elektronika, umumnya bisa di jumpai pada servis handphone. cara kerja alat ini adalah dengan meniupkan udara panas yang mampu mencairkan timah, sehingga hanya dengan memanfaatkan uap panas yang ada kita dapat menyambungkan suatu komponen ke sebuah PCB. 
apabila kita mempunyai alat tersebut kita dapat mencoba menggunakannya, adapun caranya adalah sebagai berikut:
  • nyalakan hot air gun
  • set suhu hingga 100 derajat celcius
  • set agar hembusan angin tidak terlalu kencang agar ketika hawa panas menerpa PCB, sehingga tidak ada komponen yang akan mungkin terlepas karena kencangnya hembusan angin dari hot air gun yang kita gunakan.
  • lepaskan heatsink atau pendingin yang ada pada VGA card
  • lindungi bagian yang mungkin akan terbakar atau meleleh sewaktu melakukan proses ini, misalnya kapasitor atau konektor plastik. untuk melindunginya anda dapat menggunakan plat seng tipis yang disesuaikan denga kebutuhan.
  • panaskan bagian chip memory dan chip BGA (chip VGA/GPU)
  • jangan terlalu lama melakukan hal ini, kerena tujuan utama kita adalah hanya untuk memanaskan kembali kaki sambungan chip yang terhubung ke pcb. agar solderan tersebut dapat menempel erat kembali.
Bagian VGA Card yang perlu di panaskan
  • tunggu beberapa saat hingga VGA menjadi dingin
  • setelah dingin kita pasang kembali perlengkapan VGA tersebut  (solder kembali kapasitor pada tempatnya, jangna lupa kutub positif dan negatifnya. pasang kembali heatsink pada tempatnya dan konektor yang sebelumnya kita lepas).
  • uji coba vga card tersebut pada komputer kita.
Pemanasan VGA Card dengan memanfaatkan oven atau panci.
ketika kita tidak memiliki hot air gun, kita juga tetap bisa memanfaatkan alat sederhana sehingga trik dan tips ini bisa anda terapkan dengan mudah.
untuk langkah pemanasan VGA Card dengan menggunakan oven adalah sebagai berikut:

  • pertama-tama kita siapkan oven atau panci terlebih dahulu, apabila menggunakan panci carilah yang memeiliki ukuran yang sesuai dengan VGA Card yang akan kita perbaiki.
  • cabut komponen yang mungkin akan terbakar bila terkena panas berlebih, dan bila perlu menggunakan solder (contohnya konektor fan/kipas, kapasitor biasa (non solid),  acessoris VGA yang berbahan plastik) dan jangan lupa lepas heatsink VGA card. untuk konektor DVI atau VGA tidak perlu di cabut, karena bahan plastik konektor ini memang di desain lebih tahan panas.
VGA card tanpa acessoris tambahan
  • setelah memastikan vga telah bersih dari bahan yang mudah rusak apabila terkena panas (lihat contoh gambar di atas), maka masukkan VGA Card tersebut kedalam oven atau panci (tanpa menggunakan air), bila menggunakan panci jangan lupa tutup panci tersebut. 
  • nyalakan oven dan set hingga suhu 120 derajat celcius, apabila menggunakan panci set api agar jangan terlalu besar (gunakan api sedang).
  • panaskan VGA Card anda selama kurang lebih 4 menit, jangan terlalu lama. karena apabila terlalu lama dipanaskan maka kemungkinan besar pcb VGA Card dapat terbakar, chip hangus terbakar atau timah yang ada pada pcb mungkin akan terlalu cair sehingga komponen yang ada akan rusak karena saling terhubung secara tidak sengaja.
  • setalah itu matikan oven atau kompor yang anda gunakan dan biarkan agar vga menjadi dingin kembali.
  • setelah dingin kita pasang kembali perlengkapan VGA tersebut  (solder kembali kapasitor pada tempatnya, jangan lupa kutub positif dan negatifnya). pasang kembali heatsink pada tempatnya dan konektor yang sebelumnya kita lepas).
  • uji coba vga card tersebut pada komputer kita.
Memang tidak selamanya kedua trik ini berhasil, 
semoga bermanfaat :)

Tips Memperbaiki Motherboard Rusak

Motherboard atau juga biasa disebut Mainboard merupakan papan utama yang digunakan untuk meletakkan komponen – komponen utama sebuah komputer seperti RAM, BIOS, ROM, microprocessor, dan chip kontroler lainnya. Pada motherboard juga tersedia SLOT Ekspansi yang menjadi tempat untuk memasang card tambahan yang dapat membantu meningkatkan kemampuan dan fasilitas yang dibutuhkan. Microprocessor terpasang apda soket yang sesuai dengan ukuran dan bentuk microprocessor tersebut misalnya soket 370, soket 470, soket A 462, soket LGA 775, dan soket slot I.

cara Memperbaiki Motherboard Rusak
Pada motherboard microprocessor berkomunikasi dengan komponen lain melalui suatu jalur data. Motherboard yang dimiliki kadang tidak berkerja dengan mulus seperti apa yang Anda inginkan. Berikut ini beberapa tips cara memperbaiki motherboard rusak yang dapat dilakukan.

Motherboard Mati Total
Ketika motherboard rusak atau mati total, periksa power supply. Sebelumnya pastikan bahwa kabel power telah dilepas dari power supply. Lepas soket kabel atx1 yang terdapat pada Mainboard. Pasang lagi kabel power dan sambungkan kabel warna hijau dengan kabel warna hitam. Periksalah apakah kipas pada power supply berputar atau tidak. Jika kipas berputar, berarti power supply masih bagus. Lepas lagi kabel sambungan tadi dan pasang lagi kabel Atx1 ke motherboard. Cek jumper Clear CMOS apakah berada di posisi Free atau Clear. Kalau motherboard baru basanya posisi jumper CMOS berada pada posisi Clear. Cek IC Chipset dan pastikan dalam keadaan tersambung serta di switch On. Periksa apakah panasnya berlebih atau tidak. Bila terjadi overheat, maka chipset tersebut sudah rusak
Perlu diketahui bahwa part IC CMOS hingga saat ini belum dijual secara bebas. Periksa apakah switch on dapat berfungsi atau tidak. Bongkar Motherboard dengan hati-hati. Coba bersiohkan dengan tiner. Setelah bersih segera keringkan. Ganti IC regulator yang berada di sekitar soket Power Atx pada motherboard. Ganti Elko yang memiliki kapasitas 1000 – 3000 uf / 10 Volt yang berada di sekitar soket power Atx. Hati hati untuk membongkar pasang komponen. Pastikan bahwa kabel power tidak tersambung ke listrik.

Komputer Menyata Tetapi Tidak Muncul
Coba dengar apakah ada suara bip atau tidak. Bila ada, maka kerusakan biasanya terdapat di prosesor, VGA, dan memori. Periksa pendingin prosesor dan prosesor. Jika terjadi overheat berarti kipas prosesor tidak bekerja dengan baik. Sebaiknya Anda menggantinya. Jika dingin, berarti prosesor tidak bekerja atau rusak. Selanjutnya periksa memori, jika memori rusak akan terdengar bunyi bip sebanyak 3 kali. Dalam keadaan komputer mati, cabut memori. Bersihkan pin memori dengan penghapus pensil hingga bersih. Setelah itu pasang lagi. Jika masih rusak berarti ada IC yang rusak. Periksa VGA Card dan cabut VGA Card. Dalam keadaan Off coba tekan karena bisa saja ada kemungkinan kurang masuk. Atau, Anda juga bisa mencoba membersihkan pin-nya. Jika VGA Card memakai kipas, bersihkan kipasnya
Jika komputer masih belum menyala, periksa monitor Anda. Pasalnya, bisa saja monitor mengalami kerusakan. Ada cara untuk mengetahui apakah yang rusak adalah CPU atau monitornya, yaitu tekan tombol Numlock di keyboard. Jika Numlock menyala maka kerusakan terdapat pada CPU. Jika memperbaiki komputer, bersihkan motherboard, memori, CD Rom, dll dari deb. Hal ini sangat berpengaruh apalagi jika komputer dalam keadaan kotor dan lama tidak dibersihkan.

Cara Memperbaiki RAM yang rusak atau error

Sebelum kita masuk ke materi tentang cara memperbaiki RAM yang rusak atau error, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu hal-hal prinsip tentang RAM sehingga kita dapat memperbaiki RAM komputer kita yang rusak dengan baik dari dasar-dasar yang diperoleh.



Apa Itu RAM?

Random Access Memory atau disingkat RAM, merupakan komponen (hardware) penyimpanan yang akses datanya dilakukan secara acak, tidak memperhatikan letak data dalam memory. Berbeda dengan media penyimpanan lain seperti hardisk dan removable disk, data-data yang tersimpan dalam RAM bersifat sementara, artinya akan hilang ketika RAM tidak dialiri listrik (komputer dimatikan). Komponen yang satu ini tergolong fragile (rapuh), terkena debu sedikit saja bisa mengganggu kinerja bahkan membuat rusak (Sumber: Wikipedia)

Jenis-jenis RAM Komputer


Dalam dunia komputer, memory RAM dibedakan menjadi tiga, yaitu DDR, DDR2 dan DDR3. Yang membedakan ketiganya selain dari bentuknya adalah kecepatan akses data yang dimiliki dan kebutuhan daya dalam beroperasi. Hal tersebut ditentukan oleh frekuensi transfer data masing-masing RAM.

Double Data Rate (DDR) hanya memiliki frekuensi transfer data antara 200-400 MHz (voltase 2,5 volt), DDR2 antara 400-1066 MHz (voltase 1,8 volt), dan DDR3 berkisar antara 2133 MHz (voltase 1,5 volt). Apa yang dapat Anda simpulkan? Benar. Kecepatan akses datanya meningkat hingga dua kali lipat setiap generasi, dan kebutuhan tegangan juga menurun.





Ciri-ciri Kerusakan RAM

Berikut ciri-ciri RAM yang rusak atau error yang sering ditemui baik sebelum (gejala) atau setelah terjadinya kerusakan. Ciri berikut juga bisa disebabkan oleh kerusakan komponen lain.

  1.     Komputer sering mengalami Error Blue Screen (BSOD).
  2.     Power supply menyala, kipas processor berputar, cakram hardisk berputar (ada getaran), tetapi tidak ada tampilan pada monitor.
  3.     Terdengan bunyi “bip” panjang terus-menerus, atau “bip” pendek satu kali, atau “bip..bip(3x)..bip” berulang saat booting komputer.
  4.     Sistem sering “beku”, tidak bisa menerima dan menjalankan perintah.
  5.     Komputer sering hang mendadak.

Cara Memperbaiki RAM yang Rusak

Penting! Syarat Anda bisa melakukan langkah-langkah cara memperbaiki kerusakan RAM berikut adalah tidak adanya kerusakan fisik seperti pecah, patah, atau retak, juga tidak pernah terkena air sebelumnya ketika komputer menyala (konsleting). Baik, sekarang silakan lepaskan memory RAM Anda dari motherboard dan bisa dicoba beberapa cara berikut yang sudah saya susun berdasarkan tingkat kesulitan. Kemungkinan keberhasilan cara berikut adalah 60%, “Do With Your Own Risk”.

1. Bersihkan pin RAM dengan penghapus atau kain halus.



Silakan gosok pin tembaga pada RAM dengan menggunakan penghapus yang lembut. Tujuan dari cara tersebut ialah untuk membersihkan tembaga dari debu dan kotoran serta “memancing” ion-ion pada tembaga untuk kembali aktif. Anda juga bisa mengganti penghapus dengan kain yang lembut untuk menggosok. Coba pasang kembali dan nyalakan komputer Anda. Biasanya pada tahap ini RAM yag error atau rusak berhasil diperbaiki.

2. Bersihkan RAM secara menyeluruh.





Jika pada cara pertama belum berhasil, lakukan cara kedua. Dengan membersihkan seluruh permukaan memory dengan menggunakan tiner atau alkohol. Gunakan cotton bath untuk membantu membersihkan kaki-kaki IC. Pastikan benar-benar bersih dan kering sebelum memasangnya kembali.

3. Beri stimulasi arus listrik pada RAM dengan Multimeter.




Jika kedua cara sebelumnya belum berhasil, silakan coba usaha ketiga. Dengan menggunakan arus listrik dari multimeter sebagai “pancingan” untuk memperbaiki adanya gangguan aliran arus listrik yang dibutuhkan RAM untuk bekerja. Prinsip kerjanya sama dengan reset CMOS pada motherboard.

Caranya, set skala multimeter pada skala Ohm dengan posisi ukuran bebas (10K, 100K, dan seterusnya). Lalu tempelkan jarum negatif (kabel hitam) pada salah satu pin tembaga pada kaki-kaki RAM, dan jarum positif (kabel merah) pada kaki-kaki IC memory. Tempelkan jarum kabel merah pada semua kaki IC/chipset memory satu persatu. Jika sudah, bersihkan dan pasang RAM.

Pada tahap ini biasanya RAM yang rusak (mati/error) sudah bisa digunakan secara normal. Pada beberapa kasus diperlukan beberapa kali “trial and error”. Saya pernah mengalami mengulang cara 1-3 beberapa kali hingga akhirnya RAM berhasil diperbaiki. Jika memang sampai beberapa kali dicoba belum berhasil, patut dicoba cara terakhir yang paling ekstrim.

Cara Ekstrim: Mencuci RAM dengan detergen dan memanaskannya.

Cara ini tidak saya rekomendasikan, karena resikonya 50:50. Saya hanya berani mencuci RAM apabila sudah yakin bila RAM saya benar-benar mati dan tidak bisa diperbaiki dengan tiga cara di atas. Caranya, rendam RAM dalam air detergen sambil disikat dengan sikat lembut. Setelah itu, angin-anginkan sampai benar-benar kering. Setelah kering, panaskan RAM dengan hair dryer, oven, atau langsung di bawah sinar matahari. Ingat, jangan memanaskan terlalu lama karena PCB akan rusak.

Prinsip kerjanya selain untuk membersihkan yaitu untuk menghubung-singkatkan IC sehingga me-reset ulang IC. Dengan pemanasan yang bertujuan untuk menghilangkan gangguan pada jalur arus listrik. Anda bisa memvariasikan tiga cara sebelumnya setelah mempraktikkan cara ekstrim ini.

Sekian tiga cara plus satu cara ekstrim tentang cara memperbaiki RAM yang rusak atau error. Semoga bisa membantu Anda dalam menghemat pengeluaran karena tidak perlu mengganti yang rusak dengan yang baru.